Minggu, 07 Juli 2013

SAP PENGAWET MAKANAN


SATUAN ACARA PENYULUHAN

 

Judul Penyuluhan
:
Penggunaan Bahan Terlarang (Penggunaan Bahan Pengawet)
Sasaran
:
Siswa kelas 5 SDN 6 Batu Layar
Tempat
:
SDN 6 Batu Layar
Hari/tanggal
:
Rabu/27 Juli 2011
Waktu
:
15 menit (09.00-10.00 wita)

 

            A. Analisa Situasi

1.   Peserta

Jumlah peserta kurang lebih 20 siswa orang, peserta rata-rata berusia 6-7 tahun.

2.   Ruangan

a.   Ukuran ruangan 6x5 meter

b.   Keadaan penerangan dan ventilasi : penerangan bagus dan ventilasi juga baik .

c.   Prasarana yang tersedia dalam ruangan bangku, papan tulis, almari, LCD, dan laptop.

 

3.   Penyuluh adalah mahasiswa STIKES Mataram kelompok II semester VI-U.

 

            B. Tujuan Instruksional umum

        Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan mengetahui  tentang bahaya penggunaan zat pengawet

            C. Tujuan Instruksional Khusus

                  Setelah mengikuti penyuluhan, peserta penyuluhan mampu :

1.  Mengetahui pengertian bahan pengawet

2.  Mengetahui macam-macam jenis bahan pengawet

3.  Mengetahui tanda dan gejala keracunan formalin.

4.  Menyebutkan dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan bahan pengawet.

5.  Mengetahui cara yang baik dalam menghadapi penyalahgunaan bahan pengawet.

 

D. Materi ( Terlampir)

1.    Pengertian bahan pengawet

2.    Macam-macam jenis bahan pengawet

3.    Cara memilih bahan pengawet yang diizinkan

4.    Pengertian formalin

5.    Tanda dan gejala keracunan formalin

6.    Pertolongan pertama pada keracunan formalin.

7.    Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin

 

E. Metode

1.      Ceramah

2.      Diskusi

 

            F. Media

Leaflet

     G. Kegiatan

No
WAKTU
KEGIATAN PENYULUH
KEGIATAN PESERTA
METODE
1.
3
Menit
Pembukaan :
·         Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·         Memperkenalkan diri
·         Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
·         Menyebutkan materi yang akan diberikan
 
·        Menjawab salam
 
·        Mendengarkan
·        Memperhatikan
 
·        Memperhatikan
 
Ceramah
2.
8
Menit
Pelaksanaan :
·         Pengertian bahan pengawet
·         Macam-macam jenis bahan pengawet
·         Cara memilih bahan pengawet yang diizinkan
·         Pengertian formalin
·         Tanda dan gejala keracunan formalin
·         Pertolongan pertama pada keracunan formalin.
·         Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin.
·         Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
 
 
·         Memperhatikan
 
·       Memperhatikan
·         Memperhatikan
 
·         Memperhatikan
 
·         Memperhatikan
 
·         Memperhatikan
 
 
·         Bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan
Ceramah/
demonstrasi
3.
2
Menit
Evaluasi :
·         Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan.
 
·        Menjawab pertanyaan
Diskusi/Tanya jawab
4.
2
Menit
Terminasi :
·         Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
·         Mengucapkan salam penutup
 
·        Mendengarkan
·        Menjawab salam
 

 

 

 

H. Evaluasi

1.    Evaluasi proses

a. Kriteria struktur

-       Peserta penyuluhan hadir ditempat penyuluhan

-       Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di SDN 6 Batu Layar

-       Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya.

b. Kriteria proses

1.    Semua anggota kelompok yang menjalankan tugasnya, mulai dari moderator, penyaji, notulen, observer, seksi dokumentasi, seksi perlengkapan dan seksi konsumsi dengan baik yang sesuai dengan prosedur pelaksanaan penyuluhan.

2.    Peserta penyuluhan  antusias terhadap materi penyuluhan, peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan, peserta penyuluhan mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.

 

c. Kriteria hasil

Peserta penyuluhan mampu:

-          Pengertian bahan pengawet.

-          Cara memilih bahan pengawet yang diizinkan

-          Pengertian formalin

-          Tanda dan gejala keracunan formalin

-          Pertolongan pertama pada keracunan formalin.

-          Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin

 

2.    Evaluasi Hasil

-          Peserta penyuluhan mengetahui tentang penyalahgunaan napza.

-          Peserta penyuluhan hadir saat pertemuan

G. Daftar Pustaka

http://sukolaras.wordpress.com/2008/10/06/bahan-pengawet-makanan/ Sumber : berbagai media dan brosur Badan POM RI

 

 

 

 

Materi

PENGERTIAN

Bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat menjadi rusak atau busuknya makanan.

Maksud dan tujuan dari pada penggunaan bahan pengawet makanan adalah untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Beberapa pengawet yang termasuk antioksidan berfungsi mencegah makanan menjadi tengik yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dalam makanan tersebut.

Cara Memilih pengawet buatan yang diizinkan

Pengawet yang diizinkan (Permenkes No.722/1988) adalah : Asam Benzoat, Asam Propionat. Asam Sorbat, Belerang Dioksida, Etil p-Hidroksi Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Bisulfit, Kalium Meta Bisulfit, Kalkum Nitrat, Kalium Nitril, Kalium Propionat, Kalium Sorbat, Kalium Sulfit, Kalsium Benzoit, Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Metil-p-hidroksi Benzoit, Natrium Bisulfit, Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit, Natrium PPropionat, Natrium Sulfit, Nisin dan Propil-p-hidroksi-benzoit.

Bahaya penggunaan zat pengawet yang tidak diizinkan, sebagai contoh penggunaan formalin yang sering digunakan untuk mengawetkan tahu dan mie basah dapat menyebabkan : kanker paru-paru, gangguan pada jantung, gangguan pada alat pencernaan, gangguan pada ginjal dll.

Penggunaan boraks atau pijer atau kie dapat menyebabkan : gangguan pada kulit, gangguan pada otak, gangguan pada hati dll.

 

 

 

Pengertian formalin

Formalin (Formaldehyde solution), adalah suatu larutan yang tidak berwarna, berbau tajam yang mengandung lebih kurang 37 % formaldehit dalam air, biasanya ditambahkan mineral 10-15 % sebagai pengawet.

Nama lain formalin : Formal, Morbicid, Methanol, Formic aldehyde, Methyl oxide, Oxymethylene, Methyl aldehyde, Oxomethane, Formalin, Oxomethane, Karsan, Methylene glycol, Paraforin, Polyoxymethylene glycols, Superlysoform, Tetraoxymethylene dan Trioxane.

Penggunaan formalin : Pembunuh kuman, sehingga dimanfaatkan untuk pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian; Pembasmi lalat dan berbagai serangga lain; Bahan pada pembuatan sutra buatan, zat pewarna, cermin kaca dan bahan peledak; Dalam dunia fotografi biasanya digunakan untuk pengeras lapisan gelatin dan kertas; Bahan untuk pembuatan produk parfum; Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku; Bahan untuk insulasi busa; Pencegah korosi untuk sumur minyak dan Bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood).

Bahaya formalin pada kesehatan : Dalam jangka pendek (akut), bila tertelan formalin maka mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar, sakit menekan, mual, muntah dan diare, dapat terjadi pendarahan, sakit perut hebat, sakit kepala, hipotensi, (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma. Disamping itu formalin juga menyebabkan kerusakan jantung, hati, otak, limpa, pankreas, sistem saraf pusat dan ginjal. Jangka panjang (kronik), mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya tampak setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh. Timbul iritasi pada saluran pernafasan, muntah, sakit kepala, rasa terbakar pada tenggorokan, dan rasa gatal di dada. Pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker).

 

 

 

 

 

Tanda dan gejala keracunan formalin : 

Menyebabkan rasa terbakar pada mulut, saluran pernafasan dn perut, sulit menelan, diare, sakit perut, hipertensi, kejang dan koma. Kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan saraf pusat dan gangguan ginjal. Berdasarkan temuan patologis, formaldehid merusak jaringan dan menyusutkan selaput lendir, juga merusak hati, ginjal, jantung dan otak.

 

Pertolongan pertama pada keracunan formalin

Bila tertelan, berikan arang aktif (norit) bila tersedia. Jangan lakukan rangsangan muntah pada korban karena akan menimbulkan risiko trauma korosif pada saluran cerna atas. Bila gejala masih berlanjut bawa penderita ke Puskesmas/Rumah Sakit terdekat.

Ciri-ciri produk pangan yang mengandung formalin.

 

Ciri-ciri ikan asin yang mengandung formalin :

·         Tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar (25 derajad celcius)

·         Warna bersih dan cerah,

·         Tidak berbau khas ikan asin dan tidak mudah hancur,

·         Tidak dihinggapi oleh lalat bila ditaruh ditempat terbuka.

Ciri-ciri tahu yang mengandung formalin :

·         Tekstur lebih kenyal

·         Tidak mudah hancur

·         Lebih awet dan tidak mudah busuk

·         Beraroma menyengat karena ada formalin.

Ciri-ciri mie basah yang mengandung formalin :

·         Tampak sangat berminyak,

·         Lebih awet dan tidak mudah basi

·         Beraroma menyengat karena ada formalin.

Ciri-ciri ikan basah yang mengandung formalin :

·         Warna putih bersih dan tekstur kenyal

·         Insang berwarna merah tua bukan merah segar

·         Lebih awet dan tidak mudah busuk.

 

Ciri-ciri ayam yang mengandung formalin :

·         Warna putih bersih,

·         Lebih awet dan tidak mudah busuk.

 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar